Jumat, 19 Juni 2015

Makalah 10 indikator PHBS di Rumah Tangga


10 indikator PHBS di RUMAH TANGGA
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat allah swt, yang telah memberikan rahmat dan karunia nya serta kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah IKM ini tepat pada waktunya. Adapun judul yang di bahas penulis pada makalah ini adalah mengenai ‘’Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga’’.
Makalah ini merupakan tugas kelompok. Kami mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing serta semua pihak yang ikut membantu dalam pembuatan makalah ini, sehingga akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari tidak ada gading yang tak retak’’ penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita semua. Kami juga mohon kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


                                                           
                                                                                Unaaha, 05 november 2014
















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang................................................................................................................... 1
1.2  Tujuan................................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
           2.1 Definisi PHBS di Rumah Tangga...................................................................... 3
           2.2 Tujuan PHBS di Rumah Tangga........................................................................ 3
           2.3 Manfaat PHBS di Rumah Tangga..................................................................... 4
           2.4 Sasaran PHBS di Rumah Tangga...................................................................... 4
           2.5 Indikator PHBS di Rumah Tangga.................................................................... 5
           2.6 Persentase Pencapaian  Rumah Tangga yang berPHBS di Indonesia............... 13
BAB III PENUTUP
           3.1Kesimpulan......................................................................................................... 14
           3.2 Saran.................................................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA















BAB II
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Hidup sehat adalah hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaat yang ditimbulkan akan sangat banyak, mulai dari konsentrasi kerja, kesehatan dan kecerdasan anak sampai dengan keharmonisan keluarga. Menciptakan hidup sehatpun sangatlah mudah serta murah, mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan apabila mengalami gangguan kesehatan cukup mahal.
Setiap manusia yang hidup di dunia ini memerlukan lingkungan yang bersih dan sehat agar dapat memberikan kenyamanan hidup. Oleh karena itu, manusia wajib peduli terhadap lingkungan dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.
Perilaku merupakan wujud tindakan seseorang berdasarkan pemahaman dan kemauan terhadap sesuatu yang dihadapi. Sedangkan lingkungan hidup merupakan wahana dimana mahluk dapat bertahan dan berkembang biak.
Untuk mewujudkan sebuah bangsa yang lebih sehat, masyarakat diajak berkomitmen untuk melakukan hidup sehat melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Sehingga keluarga dan masyarakat itu dapat menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.  Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
Rumah Tangga merupakan unit terkecil dalam lingkungan. Perilaku hidup yang bersih dan sehat selayaknya harus diterapkan dan ditanamkan kepada seluruh anggota keluarga. Peranan keluarga dalam sebuah rumah memegang kunci utama untuk meningkatkan kualitas kesehatan sejak dini. Karena jika keluarga sehat, akan membentuk masyarakat yang sehat pula. Untuk itu, Sehat harus diawali dari dalam rumah sendiri.

Dengan menerapkannya terlebih dahulu di lingkungan rumah tangga, maka otomatis akan lebih mudah menerapkan ke lingkungan yang lebih luas lagi, yaitu masyarakat. Karena kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat, dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga. Oleh karena itu kesehatan perlu dijaga, dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangakan oleh semua pihak secara keseluruhan (totalitas)

1.2  Tujuan
Adapun tujuan dari diselesaikannya makalah ini adalah :
Ø  Menyelesaikan dan melengkapi tugas mata kuliah PKIP
Ø  Menambah pengetahuan pembaca mengenai Prilaku Hidup Bersih dan Sehat khususnya di dalam rumah tangga
Ø  Mengetahui definisi dari Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
Ø  Mengetahui tujuan dari Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
Ø  Mengetahui manfaat dari Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
Ø  Mengetahui sasaran dari Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
Ø  Mengetahui indikator-indikator  Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
Ø  Mengetahui persentasse pencapaian rumah tangga yang berPHBS di Indonesia
















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi PHBS di Rumah Tangga
Pengertian Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat :
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat (Depkes RI, 2007). 

Pengertian (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) PHBS di Rumah Tangga :
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga, meningkatkan, dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes RI, 2007).

PHBS merupakan salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian di bidang kesehatan baik pada masyarakat maupun pada keluarga, artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan (Depkes RI, 2007).

2.2  Tujuan PHBS di Rumah Tangga
                   I.            Tujuan Umum :
Meningkatnya rumah tangga sehat di desa kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
                II.            Tujuan Khusus :
·         Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melaksanakan PHBS.
·         Berperan aktif dalam gerakan PHBS di masyarakat.



2.3  Manfaat PHBS di Rumah Tangga
                   I.            Manfaat PHBS bagi rumah tangga :
·         Setiap rumah tangga meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit
·         Anak tumbuh sehat dan cerdas
·         Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk  biaya investasi seperti biaya pendidikan, pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.
                II.            Manfaat PHBS bagi masyarakat :
·         Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan yang sehat
·         Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan
·         Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
·         Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti  posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan, tabungan bersalin (tabulin), arisan jamban, kelompok pemakai air, ambulans desa dan lain-lain.

2.4   Sasaran PHBS di Rumah Tangga
Sasaran PHBS di Rumah Tangga adalah seluruh anggota keluarga yaitu :
1.      Pasangan Usia Subur
2.      Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
3.      Anak dan Remaja
4.      Usia Lanjut
5.      Pengasuh Anak

2.5   Indikator PHBS di Rumah Tangga
Pembinaan PHBS di rumah tangga dilakukan untuk mewujudkan Rumah Tangga Sehat. Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator PHBS dan 3 indikator Gaya Hidup Sehat sebagai berikut :





Tujuh Indikator PHBS di Rumah Tangga :
1.      Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan


Adalah pertolongan persalinan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga para medis lainnya). Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan Ibu dan bayi lebih terjamin. Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan peralatan yang aman, bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehata lainnya.
Apa tanda – tanda persalinan :
·         Ibu mengalami mulas-mulas yang timbulnya semakin sering dan semakin kuat
·         Rahim terasa kencang bila diraba terutama pada saat mulas
·         Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir
·         Keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir
·         Merasa seperti mau buang air besar
Bila ada salah satu tanda persalinan tersebut, yang harus dilakukan adalah :
·         Segera hubungi tenaga kesehatan (bidan/dokter)
·         Tetap tenang dan tidak bingung
·         Ketika merasa mulas bernapas panjang, mengambil napas melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut untuk mengurangi rasa sakit.

.Tanda bahaya persalinan :
·         Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas
·         Keluar darah dari jalan lahir sebeium melahirkan
·         Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir
·         Tidak kuat mengejan
·         Mengalami kejang-kejang
·         Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas
·         Air ketuban keruh dan berbau
·         Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar
·         Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat

2.      Bayi diberi ASI eksklusi 


                        Adalah bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan. ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yar cukup dan sesuai  untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Air Susu Ibu pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit
Apa saja keunggulan ASI :
a)    Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan.
b)    Mengandung zat kekebalan.
c)    Melindungi bayi dari alergi.
d)   Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar.
e)    Tidak akan pemah basi, mempunyai suhu yang tepat dan dapat diberikan kapan saja dan di mana saja.
f)     Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernapasan bayi.

Kapan dan bagaimana ASI diberikan :
a)      Sebelum menyusui ibu harus yakin mampu menyusui bayinya dan mendapat dukungan dari keluarga.
b)      Bayi segera diteteki/disusui sesegera mungkin paling lambat 30 menit setelah melahirkan untuk merangsang agar ASI cepat keluar dan menghentikan pendarahan.
c)      Teteki/susui bayi sesering mungkin sampai ASI keluar, setelah itu berikan ASI sesuai kebutuhan bayi, waktu dan lama menyusui tidak perlu dibatasi, dan berikan ASI dari kedua payudara secara bergantian.
d)     Berikan hanya ASI saja hingga bayi berusia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, selain ASI diberikan pula Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk makanan lumat dan jumlah yang : sesuai dengan perkembangan umur bayi. 5.Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun.         :




Bagiamana cara menyusui yang benar :
a)       Sebelum menyusui bayi, terlebih dahulu ibu mencuci kedua tangannya dengan menggunakan air bersih dan sabun sampai bersih.
b)      Lalu bersihkan kedua puting susu dengan kapas yang telah direndam terlebih dahulu dengan air hangat.
c)      Waktu menyusui bayi, sebaiknya ibu duduk atau berbaring dengan santai, pikiran ibu harus dalam keadaan tenang (tidak tegang).
d)     Pegang bayi pada belakang bahunya, tidak pada dasar kepala.
e)      Upayakan badan bayi menghadap kepada badan ibu, rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara ibu.
f)       Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu.
g)      Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu bagian dalam.
h)       Bayi disusui secara bergantian dari susu sebelah kiri, lalu ke sebelah kanan sampai bayi merasa kenyang.
i)        Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pipi bayi dibersihkan dengan kapas yang telah direndam air hangat.
j)        Sebelum ditidurkan, bayi harus disendawakan dulu supaya udara yang terhisap bisa keluar dengan cara meletakkan bayi tegak lurus pada ibu dan perlahan-lahan diusap belakangnya sampai bersendawa. Udara akan keluar dengan sendirinya.
Apa manfaat memberikan ASI?
a)      Bagi Ibu:
·         Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi
·         Mengurangi pendarahan setelah persalinan,
·         Mempercepat pemulihan kesehatan ibu.
·         Menunda kehamilan berikutnya.
·         Mengurangi risiko terkena kanker payudara.
·         Lebih praktis karena ASI lebih mudah diberikan pada setiap saat bayi membutuhkan
b)      Bagi bayi :
·         Bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng
·         Bayi tidak sering sakit

c)      Bagi Keluarga :
·         Praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula dan perlengkapannya.
·         Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula, misalnya merebus air dan pencucian peralatan.
Bagaimana cara menjaga mutu dan jumlah produksi ASI:
a)      Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, banyak makan sayuran dan buah-buahan. Makan lebih banyak dari biasanya.
b)      Banyak minum air putih paling sedikit 8 gelas sehari.
c)      Cukup istirahat dengan tidur siang/berbaring selama 1 -2 jam dan menjaga ketenangan pikiran,
d)     Susui bayi sesering mungkin dan kedua payudara kin dan kanan secara bergantian hingga bayi tenang dan puas.
3.      Penimbangan bayi dan balita

Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan setiap bulan dan mengetahui apakah bayi dan balita berada pada kondisi gizi kurang atau gizi buruk.
Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap buian mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun di Posyandu. Manfaat penimbangan balita setiap bulan di Posyandu :
·         Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat.
·         Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita.
·         Untuk mengetahui balita yang sakit, (demam/batuk/pilek/diare), berat badan dua bulan berturut-turut tidak naik, balita yang berat badannya BGM (Bawah Garis Merah) dan dicurigai Gizi buruk sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
·         Untuk mengetahui kelengkapan Imunitasi.
·         Untuk mendapatkan penyuluhan gizi.







4.      Mencuci tangan dengan air dan sabun

Mengapa harus mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun :
·         Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit.
·         Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
 
Manfaat mencuci tangan :
·         Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan.
·         Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Kolera Disentri, Typhus, kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran Pemapasan Akut (ISPA), flu burung atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
·         Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.

5.      Menggunakan air bersih

Air yang kita pergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya haruslah bersih, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari penyakit.

6.      Menggunakan jamban sehat

Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.
Syarat  jamban sehat :
·         Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter)
·         Tidak berbau.
·         Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
·         Tidak mencemari tanah disekitarnya.
·         Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
·         Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
·         Penerangan dan ventilasi cukup.
·         Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
·         Tersedia air, sabun, dan alat pembersih.

Cara memelihara jamban sehat :
·         Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
·         Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
·         Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
·         Tidak ada serangga, (kecoa, lalat) dan tikus yang berkeliaran,
·         Tersedia alat pembersih (sabun, sikat, dan air bersih).
·         Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.

7.      Rumah bebas jentik

Rumah bebas Jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan Jentik secara berkala tidak terdapat Jentik nyamuk. Yang perlu dilakukan agar Rumah Bebas Jentik :
a)       Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus Menghindari gigitan nyamuk).
b)      PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti Denam Berdarah Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah} di tempat-tempat perkembangbiakannya.
c)      3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
·         Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
·         Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
·         Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua, plastik kresek,dll)




Tiga Indikator Gaya Hidup Sehat

8.      Makan buah dan sayur setiap hari

Setiap anggota rumah tangga mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari. Makan sayur dan buah setiap hari sangat penting, karena:
·         Mengandung vitamin dan mineral, yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.
·         Mengandung serat yang tinggi.

9.      Melakukan aktivitas fisik setiap hari

      Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Aktivitas fisik dilakukan secara teratur paling sedikit 30 menit dalam sehari, sehingga, dapat menyehatkan jantung, paru-paru serta alat tubuh lainnya.

10.  Tidak merokok dalam rumah

      Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah. Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya, di antaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar, dan Carbon Monoksida (CO).
·         Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusakjantung dan aliran darah.
·         Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker
·         CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati. 









2.6  Persentasse Pencapaian Rumah Tangga Yang berPHBS di Indonesia
            Berdasarkan profil kesehatan provinsi tahun 2009, persentase rumah tangga yang ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara nasional sebesar 48,41%.
Provinsi yang memiliki persentase tertinggi adalah :
·         Jawa Tengah (88,57%)
·         DIYogyakarta (87,38%)
·         Kalimantan Timur (79,73%)
Provinsi dengan persentase PHBS yang rendah adalah :
·         Sumatera Barat (17,97%)
·         Banten (21,37%)
·         Papua Barat (27,34%).
sumber : profil kesehatan Indonesia Tahun 2009





















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat di desa kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kegiatan PHBS ini sendiri memiliki manfaat baik bagi rumah tangga itu sendiri maupun masyarakat. Sasaran dari kegiatan PHBS rumah tangga ini adalah : Pasangan Usia Subur, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui, Anak dan Remaja, Usia Lanjut, Pengasuh Anak.
Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10  (sepuluh) PHBS di Rumah Tangga yaitu meliputi 7 indikator PHBS dan 3 indikator Gaya Hidup Sehat.
Tujuh  indikator PHBS :
1.      Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2.      Memberi ASI ekslusif
3.      Menimbang bayi dan balita
4.      Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
5.      Menggunakan air bersih
6.      Menggunakan jamban sehat
7.      Memberantas jentik di rumah
Tiga indikator gaya hidup sehat :
8.       Makan buah dan sayur setiap hari
9.      Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10.  Tidak merokok di dalam rumah

            Berdasarkan profil kesehatan provinsi tahun 2009, persentase rumah tangga yang ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara nasional sebesar 48,41%.
3.2 Kritik dan Saran
            Dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat kesalahan dan kelemahan. Baik isi makalah maupun tata bahasa penulisan yang di buat oleh penulis. Oleh karena itu, penulisan mengharapkan tanggapan dan koreksi yang membangun dari pembaca sehingga ke depannya makalah yang di buat akan lebih baik pada masa yang akan dating

Tidak ada komentar:

Posting Komentar